"[23] Setelahnya, Ibrahim menghancurkan semua berhala-berhala yang ada di sana[24] dengan kapak kecuali berhala yang terbesar. "Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Nabi Ibrahim merupakah salah satu dari nama 5 nabi yang mendapat gelar Ulul Azmi. Saat tinggal di Palestina, Sarah diambil seorang raja di kawasan tersebut, Abimelekh, untuk dijadikan istri atau selir lantaran Abimelekh mengira dia belum menikah. Namun saat peristiwa tersebut, Nabi Nuh beserta pengikutnya berhasil … Kami akan membacakan kepadamu maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Konon, suatu ketika Nabi Ibrahim memohon kepada Allah, “Wahai tuhanku, aku ingin sekali menjadikan umat Muhammad sebagai tamuku hingga hari kiamat.” Allah SWT menjawab, “Engkau tidak bisa wahai Ibrahim.”, Nabi Ibrahim tidak berputus asa dan tetap memohon, “Tuhanku, engkau tau keadaanku dan engkau maha kuasa atas segala sesuatu. Ketiga, Ibnu Adil menceritakan dalam Tafsir al-Lubab, pada masa Ibrahim pernah terjadi kekeringan panjang, maka banyak orang datang ke rumah Nabi Ibrahim untuk meminta makanan.Setiap tahun Ibrahim memiliki persediaan makanan dari khalilnya (teman) yang tinggal di Mesir.Ibrahim lalu mengutus para budaknya dengan membawa unta guna menemui teman tersebut, akan tetapi teman Ibrahim … Secara bahasa ulul ‘azmi berasal dari dua kata, yakni ulul dan ‘azmi. Ada yang mengatakan bahwa Ibrahim berada dalam kobaran api selama empat puluh sampai lima puluh hari. Rajin bertaubat. Al-Qur'an tidak menjelaskan silsilah Ibrahim selain bahwa ayahnya bernama Azar (bahasa Arab: آزَر, translit. Nabi Nuh mendapat gelar ulul azmi karena kesabaran dan ketabahan beliau ketika menyebarkan agama islam, walaupun banyak ditentang dan dihina. Keimanan kepada Allah Yang Esa semakin bertambah. Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. [112] Dalam Legenda bangsa Yahudi disebutkan bahwa Tuhan menciptakan langit dan bumi demi Ibrahim. Dan Makam Nabi Ibrahim yang sebenarnya terletak di kota Hebron, Palestina. Engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa dan dari padamu akan berasal raja-raja. Bersama putranya, Ismail, Ibrahim dikenal sebagai peninggi pondasi Ka'bah yang kemudian menjadi kiblat umat Muslim seluruh dunia. Di sana, Ibrahim tumbuh dengan sangat cepat, bahkan bisa berjalan dan bicara saat baru berusia dua puluh hari. Hal tersebut bukti bahwa Nabi Nuh termasuk golongan Nabi yang sangat tabah dan sabar untuk berdakwah menyampaikan risalah Islam. [114] Dia juga belajar di kediaman Nuh dan Sem mengenai ajaran Tuhan[115] dan meneruskan garis keimaman dari Nuh dan Sem, kemudian diteruskan Ibrahim dan dilanjutkan Lewi (cicit Ibrahim) dan keturunannya sampai seterusnya. [45] Ayah Ibrahim meninggal dalam keadaan masih tidak mengimani ajaran Ibrahim. Sama seperti nabi lainnya, ia pun menghadapi banyak cobaan ketika menyebarkan ajaran Allah SWT. Saat itu, Allah memberikan azab berupa banjir bandang kepada kaum Nabi Nuh yang ingkar dengan ajaran yang beliau sampaikan. Dan ketika Ibrahim berdoa: "Wahai Tuhanku, jadikanlah negeri ini, sebuah negeri yang aman, dan kiranya hindarkan aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.Wahai Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan sebagian besar dari umat manusia, maka barangsiapa yang mengikuti diriku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa yang mendurhakai diriku, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.Wahai Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahMu yang dihormati, Wahai Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian umat manusia cenderung kepada mereka dan karuniakan mereka berupa buah-buahan, supaya mereka bersyukur.Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang kami sembunyikan dan segala yang kami nyatakan; dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. Maksud dari jawabannya adalah dia membunuh seseorang dan memberikan ampunan kepada orang lain. Inilah yang lebih besar." Karena Keturunan Nabi Ibrahim as. KISAH NABI IBRAHIM MENDAPAT GELAR Kekasih ALLAH Nabi Ibrahim as adalah nabi ke-6 dalam sejarah rasul Allah yang wajib diketahui umat Islam. Banyak literatur Islam yang menyebutkan bahwa kisah Ibrahim dalam Al-An'am adalah upaya Ibrahim mencari Tuhan semasa belia. Dia juga dikenal dengan gelarnya, khalilullah (خلیل اللہ; kesayangan Allah). 5 orang inilah yang tersabar dan terteguh di muka bumi sepanjang masa. "[37], Al-Qur'an mengisahkan mengenai perdebatan mengenai Tuhan antara Ibrahim dengan orang kafir, yang biasanya ditafsirkan sebagai Namrudz. Setelahnya, Hajar mengganti pertanyaannya, "Apakah Allah yang memerintahkanmu melakukan semuanya ini?" "[33][34] Kobaran api tersebut hanya membakar ikatan Ibrahim, tapi tidak tubuh maupun pakaiannya. [25] Ibrahim kemudian meletakkan kapaknya di tangan berhala terbesar yang masih utuh tersebut untuk memberi kesan bahwa berhala induk tersebut cemburu dengan berhala-berhala kecil yang dianggap tidak pantas disembah bersamanya. Para tamu tersebut kemudian menenangkan Ibrahim dan menyatakan bahwa mereka adalah para malaikat yang diutus untuk membinasakan kaum Luth. Masing-masing Nabi dan Rasul memiliki riwayat serta ceritanya masing-masing dalam menegakkan ajaran tauhid. Kisah Kecemburuan Sarah kepada Hajar: Bukti Tak Ada Istri yang Benar-benar Rela Dimadu. 2. Nabi Ibrahim memiliki sejumlah mukjizat, salah satunya tak terbakar saat dirinya dihukum dibakar oleh raja Namrud. Pad waktu itu Nabi Musa langsung berbicara kepada Allah swt di bukit Thurisina. Ibrahim melanjutkan pertanyaannya sampai hitungan bila ada sepuluh orang benar di sana. 1. Namun mereka sama sekali tidak menjamah hidangan tersebut sehingga perbuatan tidak lazim mereka ini membuat Ibrahim takut. Saat mendekati waktu kelahiran, ibu Ibrahim kemudian pergi ke luar kota dan melahirkan di sebuah gua. Kemudian Sarah dikembalikan kepada Ibrahim. Ibrahim membeli gua itu dari salah seorang Bani Het bernama Efron bin Zohar seharga empat ratus syikal perak.[88]. [111], Dalam tradisi Yahudi, Ibrahim disebut Avraham Avinu (אברהם אבינו), "bapak kami Abraham," menunjukkan kedudukannya sebagai leluhur biologis bangsa Yahudi dan ayah dari agama Yahudi, juga dipandang sebagai bangsa Yahudi pertama. Dari mulai bayi nabi Ibrahim sudah diasingkan ke dalam gua disebabkan karena perintah Raja Namrudz untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang baru lahir. Allahlah yang menganugerahkanya seperti yang tercatat dalam ayat Al-Quran di atas. Ibrahim kemudian mendatangi berhala-berhala tersebut dan bertanya pada mereka sebagai sindiran, "Mengapa kamu tidak makan? Sebagai contoh Nabi Nuh. Batu pijakan tersebut kemudian disebut "Maqam Ibrahim" dan di sana terdapat bekas pijakan kaki Ibrahim. Sedangkan kisah tentang teguran Allah kepada Nabi Ibrahim di atas ada dalam Kitab ar-Risalatul Qusyairiyah halaman 199. Baginda juga merupakan salah seorang daripada lima orang nabi … Ensiklopedia Silsilah Keturunan dan Asal-Usul Nabi Ibrahim AS, Bapak dari 18 Orang Nabi H. Muh. Dalam Yahudi, Ibrahim disebut sebagai "bapak kami Abraham" (אברהם אבינו; Avraham Avinu) sebagai penanda bahwa sosoknya berperan sebagai leluhur biologis bangsa Yahudi dan ayah dari agama Yahudi. Karena itu gelar khalilullah kepada Ibrahim As termasuk gelar … Mendengar jawaban kaumnya, Ibrahim segera membalikkan keadaan, "Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak mendatangkan mudarat kepada kamu? Doa Anak Cucu Dijadikan Orang Baik dari Nabi Zakariya, Doa Keselamatan Negeri dari Buya Arrazy Hasyim, Setelah Shalat Maghrib Dianjurkan Baca Doa Ini, Bayt Al-Quran Al-Akbar Palembang: Al-Quran Ukir Khas Melayu di Palembang, Film Tilik: Keterwakilan Emak-Emak Kampung dan Bahasa Daerah di Layar Sinema, Mengenal Naguib Mahfouz Sebagai Esais Sastra dan Filsafat, Namaku Asher Lev: Novel “Santri” Yahudi Favorit Gus Dur, Resensi Buku: Islam Jawa di Masa Kolonial, Melacak Upaya Pemisahan Islam dari Keraton Jawa. Setidaknya ada lima nabi dan rasul yang mendapatkan gelar ulul azmi, yakni Nabi Muhammad Saw, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Nuh. Hajar kemudian membalas, "Jika demikian, Allah tidak akan menelantarkan kami. "[32] Allah kemudian memerintahkan, "Wahai api! Salah satu berupa nama asli, sedangkan yang lain adalah nama panggilan.